Jumat, 12 September 2008

CHARACTER BUILDING
Untuk Sebuah Cinta dan Kesuksesan
Oleh:Husain AM

Pernahkan Anda berpikir untuk menjadi orang yang sukses? menjadi orang yang kaya raya? Dan menjadi orang yang paling berpengaruh dilingkungan Anda, disegani dan dihormati?

Jawabnya adalah “ya….” !!! Karena setiap manusia pada dasarnya pasti menginginkan semua itu, kekayaan, jabatan dan kehormatan. Lumrah memang, karena keinginan itu adalah hal yang sangat manusiawi yang pasti ada dalam diri setiap orang.
Tapi pernahkan Anda berpikir lebih jauh lagi tentang aksesoris yang menghiasi kesusksesan Anda tersebut??
Seorang yang bijak tentu dia akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik dan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan ditimbulkan dari semua itu, apakah Dia dengan kekayaannya dan kehormatannya tersebut akan menghantarkannya kepada kemulyaannya disisi Allah atau justru dengan semua itu akan menghantarkannya ke dalam kemurkaan Allah.
Ke-dua hal inilah yang kadang terlupakan oleh sebagian orang para pemburu kekayaan dan kehormatan ini. Karena terkadang semua cara akan dilakukan untuk mewujudkan keinginannya, walaupun harus melanggar norma dan aturan yang telah Allah tetapkan. “Halal haram hantam”, itulah semboyan kehidupan yang dipakai oleh para pemburu kesuksesan ini.
Naif memang, kalau kita mengaku muslim tapi kita masih memiliki pola pikir seperti itu, menghalalkan segala cara untuk menggapai apa yang kita inginkan, sehingga al-qur’an dan as-sunnah hanyalah tinggal nama yang tidak memiliki nilai sakralitas sama sekali.
Sebagai seorang muslim tentu kita meyakini bahwa Islam adalah agama yang syumul, agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, bagaimana cara bergaul, bagaimana cara berperilaku, bagaimana tatacara beribadah dan lain sebagainya. Allah sudah membuat scenario kehidupan ini untuk seluruh makhluknya. Dan kalau kita mengaku mencintai Allah, tentu kita akan mengikuti scenario yang telah Allah tetapkan tersebut meskipun terasa berat bagi kita. Sesuatu yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah. Itulah yang harus kita camkan.
Allah berfirman:
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)

Antara Cinta dan Kesuksesan

Ada apa dengan cinta dan apakah cinta dapat menghantarkan kita kepada kesuksesan yang kita inginkan?? Kalau Ya, cinta yang seperti apakah yang dapat menghantarkan kebahagiaan dan kesuksesan tersebut? Sekali lagi jawabnya adalah “Ya…” !!!. Cintalah yang akan mendorong seseorang untuk menjadi seorang pemenang. Cintalah yang akan membawa seseorang kepada kebahagiaan dan kesuksesan. Karena dengan cinta inilah orang akan melakukan apa saja demi orang yang dicinyanya. Ketika seseorang mencintai istrinya, maka dia akan melakukan apa saja demi membahagiakan istrinya, berkorban harta, waktu bahkan jiwa dan raga. Itu semua semata-mata demi istri tercintanya. Begitu juga ketika seseorang sudah mencintai Allah, maka dia akan melakukan semua permintaan-permintaan Allah dengan cara menjalankan aturan-aturan yang telah Allah tetapkan untuknya. Sehingga dengan kekuatan cinta (the strange of love) inilah seseorang akan dapat menggapai apa yang dia harapkan.

Cinta yang Membawa Kesuksesan

Cinta ibarat dua mata pedang, kalau kita tidak berhati-hati dengannya kita bisa tergores oleh tajamnya pedang tersebut. Dengan cinta pulalah seseorang bisa terjerumus kedalam Neraka, namun dengan cinta pulalah seseorang bisa menikmati damainya hidup di Surga. Cinta seperti apakah yang bisa membawa kesuksesan tersebut???
Bagi seorang muslim kesuksesan tidak hanya sebatas memperoleh kekayaan dan jabatan semata. Namun kesuksesan yang hakiki bagi mereka adalah ketika mereka bisa menggapai keridhoan dan kecintaan Allah.
Allah berfirman:
“Hai orang-oang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukan suatu perniagaan yang akan menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih; berimanlah beriman kepada Allah,….” (QS:61:15)
Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa jual beli yang paling menguntungkan adalah jual beli dengan Allah, karena dengan berjual beli dengan Allah itulah seseorang akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda yang tidak akan Dia dapatkan jika berjual beli dengan selain Allah. Inilah yang melatar belakangi pemikiran seorang mu’min, bahwa hanya dengan kembali kepada Allah-lah kunci kesuksesan yang hakiki itu bisa diraih. Kunci-kunci kesuksesan yang dapat digunakan tersebut adalah sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Ada tiga hal, apa bila ketiga hal tersebut ada pada diri seseorang maka dia akan dapat merasakan manisnya iman ini; hendaklah Allah dan Rasul-Nya menjadi yang paling dicintai dari pada yang lain, hendaklah seseorang tidak mencintai dan membenci orang lain kecuali hanya karena Allah, hendaklah dia benci untuk menjadi kafir setelah dia beriman”. Dengan ketiga hal inilah seorang muslim bisa merasakan manisnya iman, dan ketika seorang muslim sudah bisa merasakan manisnya iman ini maka kecintaan Allah dan keridhoan-Nya pun akan mereka dapatkan, dan itu berarti kunci kesuksesanpun sudah ditangan mereka.

Cinta yang Membawa Kehinaan.

Dimana ada siang, pasti ada malam. Dimana ada kesuksesan, pasti juga ada kegagalan. Itulah sunatullah yang sudah Allah tetapkan beribu-ribu tahun yang lalu untuk makhluk-makhluk-Nya. Demikian pula dengan “cinta”, selain bisa mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian, cinta juga bisa mendatangkan kesengsaraan dan kesedihan. Cinta bagi sebagian orang adalah kunci bagi kesuksesannya, namun bagi sebagian orang lain cinta justru sebagai awal dari mala petaka bagi dirinya.
Cinta seperti apakah yang akan membawa kehinaan tersebut???
Cinta yang berasal dari hawa nafsulah yang akan menjadikan seseorang hina bahkan lebih hina dari pada binatang ternak. Karena cinta yang berasal dari hana nafsu ini akan menjadikan sang-empunya lalai dan akan melakukan apa saja demi cintanya tersebut. Meskipun mereka memiliki mata, telinga dan hati, namun mata, telinga dan hatinya tidak digunakan untuk ketaatan kepada Allah SWT.
Allah berfirman:
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergukan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)
Ingatlah…..!!!
“Tarjun najâta walam tasluk masâlikahâ, inna syafînata lam tajri alal yabas” Jika Engkau mengharapkan kesuksesan, maka titilah jalan untuk menuju kesuksesan tersebut. Ketahuilah bahwa sesungguhnya kapal tidak akan pernah berjalan di atas daratan, akan tetapi kapal akan selalu berlayar di atas lautan.
Wallahu A’lam.

Tidak ada komentar: