Jumat, 12 September 2008

SYARAT-SYARAT PAKAIAN MUSLIMAH SHOLIHAH

1. Menutup Seluruh Aurat Aurat wanita adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Sebagian ulama berpendapat bahwa aurat wanita adalah seluruh anggota tubuhnya.

2. Longgar Dan Tidak Ketat Tidak dibenarkan bagi seorang muslimah mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya, sekalipun pakaian itu menutupi seluruh permukaan kulit anda.

3. Tidak Transparan Pakaian yang tranparan adalah pakaian orang-oarang fasik, maka seorang muslimah yang sholihah tentu akan memilih pakaian dengan bahan yang rapat dan tidak tranparan.

4. Warna Pakaian Tidak Mencolok Pakaian terbaik bagi wanita adalah dari bahan yang polos dengan warna yang teduh. Hindarilah pakain yang banyak hiasannya, baik corak yang berwarna-warni maupun yang berenda, karena akan menjadi perhatian orang lain. Hindari pula warna merah polos atau kuning polos, karena Rosulullah e tidak menyukainya.

5. Tidak Meyerupai Pakaian Laki-Laki Allah dan Rasul-Nya melaknat wanita yang meyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai perempuan, misalnya dalam berpakaian baik itu celana panjang, berkaos oblong (kecuali untuk pakaian dalam ) dan sebagainya.

6. Tidak Berparfum Rosulullah e adalah orang yang paling meyukai wewangian, namun beliau melarang wanita yang keluar rumah dengan berparfum. Wanita muslimah boleh berparfum di dalam rumah, terutama bagi seorang istri untuk menyenangkan suaminya, selama tidak ada laki-laki lain yang bukan mahromnya.

Hal-Hal Lain Yang dilarang Bagi Wanita Seputar Berpakaian dan Berhias

1. Bersanggul
2. Menyambung rambut
3. Memotong rambut kepala hingga pendek
4. Mencukur alis
5. Mencabut bulu mata
6. Memakai make-up berlebihan
7. Berpakaian dengan berlebihan
8. Dll, di luar ketentuan Syar’i.

SEPUTAR KEBAYA

Kebaya memiliki beberapa keburukan di antaranya :
1. Kebaya biasanya dibuat pas dengan ukuran dan bentuk tubuh, sehingga lekuk-lekuk tubuh orang yang mengenakannya akan tampak

2. Kebaya biasanya terbuat dari bahan tembus pandang, sehingga aurat yang mestinya ditutup rapat justru menjadi mudah di lihat

3. Kebaya biasanya berpasangan dengan :
a. Konde dan Sanggul, padahal Allah dan Rosul-Nya melaknat wanita yang bersanggul dan menyambung rambut, karena itu adalah sifat penghuni neraka.

b. Kain jarik yang dililit kuat sehingga bentuk tubuh bagian bawah terutama pinggul akan nampak semakin jelas.

c. Make-up yang berlebihan agar orang lain dapat menikmati wajah yang sudah dipoles dengan bermacam-macam alat kosmetik, padahal semestinya seorang wanita sholihah selalu menjaga wajah dari pandangan laki-laki lain yang bukan mahramnya.

SEPUTAR GAUN dan RIAS PENGANTIN

Gaun dan Rias pengantin memiliki banyak keburukan diantaranya :
1. Bahan yang berlebih-lebihan.
2. Bersanggul dan menyambung rambut.
3. Ber-make-up yang berlebihan.
4. Mencukur alis dan mencabut bulu mata.
5. Diperlihatkan di depan khalayak umum dll.

Keadaan seperti ini dapat anda lihat terutama saat para wanita berhias diri untuk menyambut tamu dalam resepsi pernikahan atau pesta lainnya.

Kepada wanita muslimah aku bertanya:

1. Apa cita-cita ahir hidup Anda ?
2. Bukankah Anda mendambakan Syurga yang didalamnya penuh dengan kenikmatan dan kedamaian ?
3. Lalu dengan apa Anda mau meraih Syurga yang indah itu ?
Apakah……
- Dengan meninggalkan sholat ?
- Dengan melupakan tugas dan kewajiban sebagai seorang wanita muslimah ?
- Atau dengan pakaian tipis dan berparfum saat keluar rumah ?
- Ooo… dengan bercelana panjang dan kaus oblong atau pakaian lain seperti laki-laki ?
-Dengan kebaya, tusuk konde, sanggul, serta kain jarik yang melilit tubuh dan wajah yang penuh dengan bahan kosmetik ?
- Dan dengan berbagai macam perbuatan yang malanggar aturan Allah dan Rosul-Nya ?
- Sudah yakinkah Anda bahwa dengan cara tersebut Anda akan mendapatkan syurga ?
-Tidak cukupkah wahyu Allah dan sunnah Rosul-Nya sebagai aturan hidup, sehingga harus mengikuti cara hidup orang-orang fasik?

"Kebenaran itu datangnya dari Rabmu, maka janganlah kamu menjadi orang-orang yang menolak kebenaran itu:

"wallahu A'lamu"

Tidak ada komentar: